Senin, 13 Mei 2019

ETIKA BISNIS (KELOMPOK 7) TUGAS KE 1

di Mei 13, 2019 0 komentar
NAMA     : SYARAH NURSYAHBANI
NPM         : 17216248
KELAS     : 3EA04
MATA KULIAH  : ETIKA BISNIS


KELOMPOK  7
MAMPU MENGGUNAKAN PENGETAHUAN UNTUK MENGIDENTIFIKASIKAN DAN MEMECAHKAN BERBAGAIPERSOALAN ETIKA YANG TERJADI DALAM LINGKUNGAN EKSTERNAL BISNIS (BUDAYA ORGANISASI, HUBUNGAN ETIKA, KENDALA DALAM MEWUJUDKAN KINERJA BISNIS


Budaya organisasi 
Budaya organisasi memberikan ketegasan dan mencerminkan spesifikasi suatuorganisasi sehingga berbeda dengan organisasi lain.Budaya organisasi melingkupi seluruh pola perilaku anggota organisasi danmenjadi pegangan bagi setiap individu dalam berinteraksi, baik di dalam ruang lingkup internal maupun ketika berinteraksi dengan lingkunganeksternal.Oleh karena itu menurut Schein, secara komprehensif budayaorganisasi didefenisikan sebagai pola asumsi dasar bersama yang dipelajarioleh kelompok dalam suatu organisasi sebagai alat untuk memecahkan masalah terhadap penyesuaian faktor eksternal dan integrasi faktor internal,dan telah terbukti sah, dan oleh karenanya diajarkan kepada para anggotaorganisasi yang baru sebagai cara yang benar untuk mempersepsikan, memikirkan dan merasakan dalam kaitannya dengan masalah-masalah yangdihadapi. Hal ini cukup bernilai dan, oleh karenanya pantas diajarkan kepada para anggota baru sebagai cara yang benar untuk berpersepsi,berpikir, dan berperasaan dalam hubungannya dengan problem-problemtersebut dalam Hessel Nogi 2005:15)
Definisi tersebut terlalu kompleks sehingga menurut Robbins, budaya Organisasididefenisikan sebagai sebuah persepsi umum yangdipegang teguh oleh para anggota organisasi dan menjadi sebuah sistemyang memiliki kebersamaan pengertian (dalam 2005:531) Robbins (2002:279) juga menjelaskan bahwa budaya organisasimenyangkut bagaimana para anggota melihat organisasi tersebut, bukanmenyangkut apakah para anggota organisasi menyukainya atau tidak, karenapara anggota menyerap budaya organisasi berdasarkan dari apa yang merekalihat atau dengar di dalam organisasi. Dan anggota organisasi cenderung mempersepsikan sama tentangbudaya dalam organisasi tersebut meskipun mereka berasal dari latar belakang yang berbeda ataupun bekerja pada tingkat-tingkat keahlian yang berlainan dalam organisasi tersebut. Sehingga budaya organisasi dapat disimpulkan sebagai nilai-nilai yang menjadi pegangan sumber dayamanusia dalam menjalankan kewajibannya dan juga perilakunya di dalam suatu organisasi.
Oleh karena itu budaya organisasi birokrasi akan menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh para anggota organisasi;menentukan batas-batas normatif perilaku anggota organisasai; menentukan sifat dan bentuk-bentuk pengendalian dan pengawasan organisasi; menentukan gaya manajerial yang dapat diterima oleh para anggota organisasi; menentukan cara-cara kerja yang tepat, dan sebagainya. Secaraspesifik peran penting yang dimainkan oleh budaya organisasi (birokrasi)adalah membantu menciptakan rasa memiliki terhadap organisasi;menciptakan jati diri para anggota organisasi; menciptakan keterikatanemosional antara organisasi dan pekerja yang terlibat didalamnya;membantu menciptakan stabilitas organisasi sebagai sistem sosial; danmenemukan pola pedoman perilaku sebagai hasil dari norma-norma yang terbentuk dalam keseharian.
Hubungan Etika dengan Kebudayaan
Meta-ethical cultural relativism merupakan cara pandang secara filosofis yang yang menyatkan bahwa tidak ada kebenaran moral yangabsolut, kebenaran harus selalu disesuaikan dengan budaya dimana kitamenjalankan kehidupan soSial kita karena setiap komunitas sosial mempunyai cara pandang yang berbeda-beda terhadap kebenaran etika. Etika erat kaitannya dengan moral. Etika atau moral dapat digunakan oeh manusia sebagai wadah untuk mengevaluasi sifat dan perangainya.Etika selalu berhubungan dengan budaya karena merupakan tafsiran atau penilaian terhadap kebudayaan. Etika mempunyai nilai kebenaran yangharus selalu disesuaikan dengan kebudayaan karena sifatnya tidak absolut danl mempunyai standar moral yang berbeda-beda tergantung budaya yangberlaku dimana kita tinggal dan kehidupan social apa yang kita jalani. Baik atau buruknya suatu perbuatan itu tergantung budaya yang berlaku. Prinsip moral sebaiknya disesuaikan dengan norma-norma berlaku, sehingga suatu hal dikatakan baik apabila sesuai dengan budaya yang berlaku di lingkungan sosial tersebut. Sebagai contoh orang Eskimo beranaggapan bahwa tindakan infantisid (membunuh anak) adalah tindakan yang biasa, sedangkan menurut budaya Amerika dan negara lainnyatindakan ini merupakan suatu tindakan amoral.Suatu premis yang disebut dengan “Dependency Thesis” mengatakan “All moral principles derive their validity from cultural acceptance”. Penyesuaian terhadap kebudayaan ini sebenarnya tidak sepenuhnya harusdipertahankan dan dibutuhkan suatu pengembangan premis yang lebih kokoh . ajaran dan pandangan moral. Etika berasal dari bahasa yunani yaitu kata “ethos” yang berarti suatu kehendak atau kebiasaan baik yang tetap.Manusia yang pertama kali menggunakan kata-kata itu adalah seorangfilosof Yunani yang bernama Aristoteles ( 384 – 322 SM ). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, etika / moral adalah ajaran tentang baik dan buruk mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan sebagainya. Menurut K. Bertenes,etika adalah nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan bagiseseorang dalam mengatur tingkah lakunya. Etika berkaitan erat dengan berbagai masalah nilai karena etika pada pokoknya membicarakan tentang masalah-masalah predikat nilai ”susila” dan ”tidak susila”, ”baik”dan ”buruk”. Kualitas-kualitas ini dinamakan kebajikan yang dilawankandengan kejahatan yang berarti sifat-sifat yang menunjukkan bahwa orang yang memilikinya dikatakan tidak susila. Sesungguhnya etika lebih banyak bersangkutan dengan prinsip-prinsip dasar pembenaran dalam hubungannya


ETIKA BISNIS (KELOMPOK 6) TUGAS KE-1

di Mei 13, 2019 0 komentar

NAMA     : SYARAH NURSYAHBANI
NPM         : 17216248
KELAS     : 3EA04
MATA KULIAH  : ETIKA BISNIS


KELOMPOK  6
MEMAHAMI KONSEP ETIKA UTILITARIANISME DAN MANFAATNYA DALAM BISNIS

Utilitarianisme
Dengan memperhatikan asal usul istilah ini kita sudah bisa menduga mak sudnya. "Utilitarisme" berasal dari kata Latin utilis yang berarti ”bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Jadi, Utilitarisme ini tidak boleh dimengerti dengan cara egoistis. Menurut suatu perumusan terkenal, dalam rangka pemikiran utilitarisme (utilitarianism) kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah the greatest happiness of the greatest number, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang terbesar. Perbuatan yang sempat mengakibatkan paling banyak orang merasa senang dan puas adalah perbuatan yang terbaik.
Utilitarisme disebut lagi suatu teori teleologis (dari kata Yunani telos = tujuan), sebab menurut teori ini kualitas etis suatu perbuatan diperoleh dengan dicapainya tujuan perbuatan. Perbuatan yang memang bermaksud baik tetapi tidak menghasilkan apa apa, menurut utilitarisme tidak pantas disebut baik. Menepati janji, berkata benar, atau menghormati milik orang adalah baik karena hasil baik yang dicapai dengannya, bukan karena suatu sifat intern dari per buatan perbuatan tersebut. Sedangkan mengingkar janii, berbohong, atau men curi adalah perbuatan buruk karena akibat buruk yang dibawakannya, bukan karena suatu sifat buruk dari perbuatan perbuatan itu. Utilitarisme dapat memberi tempat juga kepada pengertian "kewajiban”, tapi hanya dalam arti bahwa manusia harus menghasilkan kebaikan dan bukan keburukan.
Dalam perdebatan antara para etikawan, teori utilitarisme menemui banyak kritik. Keberatan utama yang dikemukakan adalah bahwa utilitarisme tidak berhasil menampung dalam teorinya dua paham etis yang amat penting, yaitu keadilan dan hak. Dengan maksud mencari jalan keluar dari kesulitan terakhir ini, beberapa utilitaris telah mengusulkan untuk membedakan dua macam utilitarisme: Utilitarianisme perbuatan (act utilitarianism), dan utilitarisme aturan (rule utili tarianism). Yang dijelaskan di atas mereka tegaskan adalah utilitarisme perbuatan. Di situ prinsip dasar utilitarisme (manfaat terbesar bagi jumlah orang terbesar) diterapkan pada perbuatan.
Manfaatnya Dalam Bisnis
            Utilitarianisme sebagai teori etika cocok sekali dengan pemikiran ekonomis. Misalnya, teori ini cukup dekat dengan cost benefit analysis yang banyak dipakai dalam konteks ekonomi. Manfaat yang dimaksudkan Utilitarianisme bisa dihitung juga sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis. Dan memang pemah ada penganut Utilitarianisme yang mengusahakan perhitungan macam itu di bidang etika.
Kesimpulan
Kita dapat menyimpulkan bahwa Utilitarianisme aturan membatasi diri pada justifikasi aturan-aturan moral. Dengan demikian mereka memang dapat meng hindari beberapa kesulitan dari Utilitarianisme perbuatan. Karena itu Utilitarianisme aturan ini merupakan suatu upaya teoritis yang menarik.




ETIKA BISNIS (KELOMPOK 5) TUGAS KE-1

di Mei 13, 2019 0 komentar

NAMA       : SYARAH NURSYAHBANI
NPM          : 17216248
KELAS     : 3EA04
MATA KULIAH  : ETIKA BISNIS


KELOMPOK  5
KESADARAN MORAL, PRO DAN KONTRA DALAM ETIKA BISNIS MELALUI PENDEKATAN JENIS-JENIS PASAR.


Kesadaran  moral merupakan kesadaran tentang suatu kenyataan yang tidak tergantung pada siapa yang menyatakan, tetapi pada ada tidaknya kenyataan. Oleh karna itu, kesadaran moral bersifat rasional, obyektif, dan mutlak. Misalnya, apabila seseorang meminjam sesuatu dari orang lain, maka peminjam wajib mengembalikan. Karena kesadaran moral bersifat rasional maka kesadaran moral berlaku secara umum dan bersifat objektif. Artinya setiap orang dalam situasi yang sama mempunyai kewajiban yang sama pula. Kesadaran moral ibarat suara dalam diri sendiri, yang disebut suara batin. Suara batin merupakan keinsyafan untuk melakukan sesuatu sebagai suatu kewajiban. Oleh karena itu kewajiban moral mengikat batin seseorang sehingga ia bersifat mutlak.

Kewajiban moral mempunyai unsur unsur pokok berikut:
1.      Kewajiban itu bersifat mutlak sesuai dengan hati nurani
2.      Kewajiban itu bersifat itu objektif, artinya berlaku untuk setiap orang yang   berada dalam situasi yang sama
3.   Kewajiban itu bersifat rasional, karena yang bersangkutan menyadarinya sebagai sesuatu yang sudah semestinya demikian


ETIKA BISNIS (KELOMPOK 4) TUGAS KE-1

di Mei 13, 2019 0 komentar

NAMA     : SYARAH NURSYAHBANI
NPM         : 17216248
KELAS     : 3EA04
MATA KULIAH  : ETIKA BISNIS


KELOMPOK  4
NORMA ETIKA DALAM PEMASARAN,PRODUKSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN FINANSIAL
Etika Iklan
Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (KBBI). Etika iklan berguna untuk membuat konsumentertarik, iklan harus dibuat menarik bahkan kadang dramatis. Tapi iklan tidak diterima oleh target tertentu (langsung). Iklan dikomunikasikan kepada khalayak luas (melalui media massa komunikasi iklan akan diterima oleh semua orang :semua usia, golongan, suku, dsb). Sehingga iklan harus memiliki etika, baik moral maupun bisnis
ETIKA IKLAN DALAM MASYARAKAT
Bagaimana melakukan komunikasi pemasaran kepada segmen yang rentang terhadap adatatau kebiasaan dan etika kesopanan yang berlaku dalam masyarakattertentu. seperti misalnya soal  sensualitas dan seksualitas, untuk kelompok masyarakat tertentu dianggap tabu, namun untuk kelompok lain dianggap wajar.
IKLAN YANG MELANGGAR ETIKA
Badan Pengawas Periklanan (BPP) dalam Musyawarah Kerja NasionalPersatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) Juli 2004 mengumumkan iklan-iklan yang melanggar etika Tata Krama dan Tata Cara Periklan Indonesia (TKTCPI). Umumnya pelanggaran terjadi karena sebagian besar pelaku periklananmaupun masyarakat masih belum memahami kode etik periklanan.



ETIKA BISNIS (KELOMPOK 3) TUGAS KE-1

di Mei 13, 2019 0 komentar

NAMA     : SYARAH NURSYAHBANI
NPM         : 17216248
KELAS     : 3EA04
MATA KULIAH  : ETIKA BISNIS

KELOMPOK  3

            MEMAHAMI PENTINGNYA PENERAPAN ETIKA DALAM BISNIS  DENGAN   PENDAPATAN MODEL ETIKA DALAM BISNIS DAN MANAJERIAL



PRINSIP=PRINSIP ETIKA BISNIS
Pada dasarnya, setiap pelaksanaan bisnis seyogyanya harus menyelaraskan proses bisnis tersebut dengan etika bisnis yang telah disepakati secara umum dalam lingkungan tersebut. Sebenarnya terdapat beberapa prinsip etika bisnis yang dapat dijadikan pedoman bagi setiap bentuk usaha. Sonny Keraf (1998) menjelaskan bahwa prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut :
a.  Prinsip Otonom Sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindakberdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
b.      Prinsip KejujuranTerdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwabisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
c.    Prinsip Keadilan Menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan  yang adil dan sesuai criteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
d.      Prinsip Saling Menguntungkan (Mutual Benefit Principle)
Menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
e.    Prinsip Integritas Moral Terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan atau orang-orangnya maupun perusahaannya.
MANFAAT MENERAPKAN ETIKA BISNIS DALAM PERUSAHAAN
a.        Perusahaan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, Perusahaan yang jujur akan   menciptakan konsumen yang loyal. Bahkankonsumen akan merekomendasikan kepada orang lain untuk menggunakan produk tersebut.
b.      Citra perusahaan di mata konsumen baik, Dengan citra yang baik maka perusahaan akan lebih dikenal oleh masyarakat dan produknya pun dapat mengalami peningkatan penjualan
c.       Meningkatkan motivasi pekerja, Karyawan akan bekerja dengan giat apabila perusahaan tersebut memiliki citra yang baik dimata perusahaan.
d.       Keuntungan perusahaan dapat di peroleh. Etika adalah berkenaan dengan bagaimana kita hidup pada saat ini dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Bisnis yang tidak punya rencana untuk menghasilkan keuntungan bukanlah perusahaan yang beretik.
TINGKAT PERTANYAAN ETIKA DALAM BISNIS
Kita tidak dapat menghindari isu etika dalam bisnis seperti yang dapat kita hindari dalam masa-masa hidup kita yang lalu. Dalam bisnis, kebanyakanpertanyaan etika termasuk dalam salah satu atau beberapa dari empat kategori, yaitu sosial, pihak yang berkepentingan, kebijakan internal, atau pribadi.
1.      Sosial, Pada tingkat sosial, kita mengajukan pertanyaan mengenai institusi dasar dalammasyarakat. Masalah apartheid di Afrika Selatan adalah salah satu pertanyaan tingkat sosial.
2.       Pihak yang berkepentingan, Jenis pertanyaan etika kedua menyangkut pihak yang berkepentingan pemasok, pelanggan, pemegang saham, dan yang lain. Di sini kita mengajukan pertanyaan mengenai cara sebuah perusahaan seharusnya menangani kelompok eksternal yang terpengaruh oleh keputusannya, di samping bagaimana pihak yang berkepentingan seharusnya berhubungan dengan perusahaan.
3.     Kebijakan internal, Kategori ketiga dari etika mungkin disebut “kebijakan internal”. Di sini kitamengajukan mengenai sifat hubuingan perusahaan dengan para karyawannya.
4.      Pribadi, Di sini kita mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana orang seharusnya saling memperakukan di dalam sebuah organisasi.
UNSUR-UNSUR ETIKA
Sadar atau tidak sadar, kita terlibat dalam pemikiran etika setiap hari dalam kehidupan kita. Untuk meningkatkan pemahaman etika, kita harus menganalisis secara eksplisit dan mempraktekkan setiap hari. Istilah kunci dari bahasa etika adalah sebagai berikut :
1.      Nilai Yaitu keinginan yang relatif permanen yang tampaknya memang baik, seperti damai atau kehendak baik.
2.       Hak dan Kewajiban Hak adalah tuntutan yang memberikan “ruang” kepadaseseorang untuk melakukan tindakan. Dalam istilah yang lebih formal, seseorang dapat menamakan ruang ini sebagai “bidang otonomi” atau, lebih sederhana, kebebasannya.
3.      Peraturan Moral Peraturan moral membimbing kita melewati situasi dimana terjadinya benturankepentingan yang bertentangan.
4.      Hubungan Manusia Setiap manusia berhubungan dengan manusia lain dalam jaringan hubungan. Oleh sebab itu manusia disebut dengan makhluk sosial.


PEMBUATAN KEPUTUSAN ETIS
Didorong oleh sebagian peningkatan keprihatinan terhadap skandal etikadalam bisnis dan sebagian lagi oleh peningkatan kesadaran perusahaan mengenaipentingnya perilaku etis, banyak organisasi telah menekankan kembali perilaku etis pada diri karyawan. Penekanan ini dapat berupa berbagai macam bentuk, tetapiperilaku etis harus dimulai dari manajer puncak.

MENDORONG PELAKSANAAN ETIKA DALAM MANAJEMEN
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan sehubungan dengan
dorongan untuk melaksanakan etika dalam manajemen, antara lain :
1.      Pelatihan etika (ethics training)
Adanya pembiasaan yang diberlakukan keada para pelaku organisasi, dari mulai level tertinggi sampai terendah. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai jenis pelatihan yang menyangkut etika dan keterkaitannya dengan perwujudan lingkungan sosial yang lebih baik.
2.       Advokasi etika (Ethical Advocates)
Yaitu upaya perusahaan menjalankan etika dalam kegiatannya dengan caramenempatkan orang atau tim khusus dalam tim manajemen perusahaan yang bertugas untuk mengontrol dan mengawasi segala kegiatan perusahaan agar tetap memenuhi standar etika.
3.      Kode etik (Code of Ethics)
Kode etik merupakan standar aturan mengenai etika yang harus dijalankan oleh perusahaan. Contoh: Perusahaan Xerox menetapkan aturan bahwa perusahaanakan melakukan kejujuran terhadap pelanggan, tidak akan memberikan sogokan,tidak akan merahasiakan sesuatu terhadap konsumen, tidak akan melakukan penipuan yang terkait dengan harga.

KESIMPULAN
Dalam bisnis dengan para pelakunya yang merupakan orang biasa, maka    diperlukan prinsip-prinsip etika bisnis dan moral yang melandasi setiap pelakubisnis tersebut. Adanya etika bisnis membuktikan bahwa bagi bisnis justru tidak ada pengecualian serta bukan pula bentuk permusuhan yang lama terhadap bisnisdan kegiatan ekonomis.
Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai nilai morl dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan danmemecahkan persoalan. Kelompok pemilik kepentingan yang memengaruhi keputusan bisnis adalah Para pengusaha dan mitra usaha, Petani dan perusahaan pemasok bahan baku, Organisasi pekerja, pemerintah, bank, investor, masyarakat umum serta pelanggan
Etika bisnis bisa membantu untuk mengambil keputusan moral yang dapatdipertanggungjawabkan, tapi tidak berniat mengganti tempat dari para pelaku moral dalam perusahaan.
Setiap perusahaan harus memiliki tanggung jawab terhadap semua pihak yang bersangkutan dengan perusahaannya seperti tanggung jawabnya terhadaplingkungan, karyawan, investor, pelanggan, masyarakat. Karena dengan beretikabisnis yang baik selain dapat menjamin kepercayaan dan loyalitas dari semua unsuryang berpengaruh pada perusahaan, juga sangat menentukan maju / mundurnya suatu perusahaan.


ETIKA BISNIS (KELOMPOK 2) TUGAS KE-1

di Mei 13, 2019 0 komentar

NAMA     : SYARAH NURSYAHBANI
NPM         : 17216248
KELAS     : 3EA04
MATA KULIAH  : ETIKA BISNIS



KELOMPOK  2


GAMBARAN UMUM PROFESI BISNIS PADA TANGGUNG JAWAB MORAL, SOSIAL DAN BISNIS

TANGGUNG JAWAB MORAL DAN SOCIAL BISNIS

        Tanggung jawab perusahaan adalah tindakan dan kebijakan perusahaan dalam berinteraksi yang didasarkan pada etika. secara umum etika dipahami sebagai aturan tentang prinsip dan nilai moral yang mengarahkan perilaku sesorang atau kelompok masyarakat mengenai baik atau buruk dalam pengambilan keputusan. Menurut Jones, etika berkaitan dengan nilai-nilai internal yang merupakan bagia dari budaya perusahaan dan membentuk keputusan yang berhubungan dengan tanggung jawab social.

     Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility  adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadapkonsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

            Pengertian tanggung jawab social perusahaan atau CSR sangat beragam. Intinya, CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial, tetapi untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga, dan berkelanjutan. Beberapa nama lain yang memiliki kemiripan dan bahkan sering diidentikkan dengan CSR adalah corporate giving, corporate philanthropy, corporate community relations, dan community development.
            Tanggung jawab perusahaan ( CSR ) yang baik CSR yang baik (good CSR) memadukan empat prinsip good corporate governance, yakni fairness, transparency, accountability, dan responsibility, secara harmonis. Ada perbedaan mendasar di antara keempat prinsip tersebut (Supomo, 2004).

KODE ETIK BERBAGAI PROFESI

Kode Etik (Patrick Murphy) atau kadang-kadang disebut code of conduct atau code of ethical conduct ini, menyangkut kebijakan etis perusahaan berhubungan dengan kesulitan yang bisa timbul (mungkin pernah timbul dimasa lalu), seperti konflik kepentingan, hubungan dengan pesaing dan pemasok, menerima hadiah, sumbangan dan sebagainya. Latar belakang pembuatan Kode Etik adalah sebagai cara ampuh untuk melembagakan etika dalam struktur dan kegiatan perusahaan. Bila Perusahaan memiliki Kode Etik sendiri, mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memilikinya.

            Kode etik profesi merupakan kriteria prinsip profesional yang telah digariskan, sehingga diketahui dengan pasti kewajiban profesional anggota lama, baru, ataupun calon anggota kelompok profesi. Kode etik profesi telah menentukan standarisasi kewajiban profesional anggota kelompok profesi. Sehingga pemerintah atau masyarakat tidak perlu campur tangan untuk menentukan bagaimana profesional menjalankan kewajibannya. Kode etik profesi pada dasarnya adalah norma perilaku yang sudah dianggap benar atau yang sudah mapan dan tentunya lebih efektif lagi apabila orma perilaku itu dirumuskan secara baik, sehingga memuaskan semua pihak.

Pada dasaranya fungsi kode etik yaitu sebagai perlindungan dan pengembangan. Sementara itu fungsi kode etik menurut menurut Biggs & Blocher
1.      Melindungi profesi dari pemerintah
2.      Mencegah pertentangan internal
3.      Melindungi praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi


LINGKUNGAN BISNIS YANG MEMPENGARUHI ETIKA

Memaksimalkan keuntungan merupakan satu-satunya tujuan bagi sebuah perusahaan. Akan tetapi.karena yang diincar adalah keuntungan, mudah sekali terjadi penyimpangan terhadap norma-norma moral. Mudah sekali orang tergoda untuk menempuh jalan pintas dalam meningkatkan keuntungan. Namun semakin disadari bahwa godaan itu membawa risiko besar yang akan menjadi bom waktu yang akan menghancurkan perusahaan pada jangka panjang. Dalam hal ini peran manajer sangat penting dalam mengambil keputusan-keputusan bisnis secara etis. Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap perilaku etika dalam bisnis yaitu :

1.      Lingkungan Bisnis
Seringkali para eksekutif perusahaan dihadapkan pada suatu dilema yang menekannya, seperti misalnya harus mengejar kuota penjualan, menekan biaya, peningkatan efisiensi dan bersaing, Dipihak lain eksekutif perusahaan juga harus bertanggung jawab terhadap masyarakat agar kualitas barang terjaga, harga barang terjangkau. Disini nampak terdapat dua hal yang bertentangan harus dijalankan. Misalnya, menekan biaya dan efisiensi tetapi harus tetap meningkatkan kualitas produk. Oleh karena itu eksekutif perusahaan harus pandai mengambil keputusan etis yang tidak merugikan perusahaan.
2.      Organisasi
Secara umum, anggota organisasi itu sendiri saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Dilain pihak organisasi terhadap individu harus tetap berprilaku etis, misalnya masalah pengupahan, jam kerja maksimum.
3.      Individu
Seseorang yang memiliki filosofi moral, dalam bekerja dan berinteraksi dengan sesama akan berprilaku etis. Prinsip-prinsip yang diterima secara umum dapat dipelajari dari interaksi dengan teman, famili, dan kenalan. Dalam bekerja, individu harus memiliki tanggung jawab moral terhadap hasil pekerjaannya yang menjaga kehormatan profesinya.Bahkan beberapa profesi memiliki kode etik tertentu dalam pekerjaannya.


ETIKA BISNIS (KELOMPOK 1) TUGAS KE-1

di Mei 13, 2019 0 komentar

NAMA     : SYARAH NURSYAHBANI
NPM         : 17216248
KELAS     : 3EA04
MATA KULIAH  : ETIKA BISNIS



KELOMPOK  1
MEMAHAMI KONSEP DASAR ETIKA DAN MORAL PADA BERBAGAI PROFESI



Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalampergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berartinorma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yangbaik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini :
1.      Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku     menurut ukuran dan nilai yang baik.
2.      Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku
perbuatan manusia dipandang dari seg baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

3.      Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan    norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan
buruknya prilaku manusia :

1.      ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional
sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai
sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil
keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
2.      ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola
prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang
bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan
kerangka tindakan yang akan diputuskan.
PENGERTIAN MORAL
            Pengertian moral adalah merupakan pengetahuan atau wawasan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik, buruknya perbuatan dan kelakuan. Moralisasi yaitu uraian (pandangan dan ajaran) tentang perbuatan serta kelakuan yang baik. Demoralisasi, yaitu kerusakan moral.
            Menurut asal-usul katanya “moral” berasal dari kata mores dari bahasa Latin, lalu kemudian diartikan atau di terjemahkan jadi “aturan kesusilaan” ataupun suatu istilah yang digunakan untuk menentukan sebuah batas-batas dari sifat peran lain, kehendak, pendapat atau batasan perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik maupun buruk.

PENGERTIAN PROFESI
            Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.PROFESIONAL, adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu danhidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi.

SYARAT-SYARAT SUATU PROFESI
- Melibatkan kegiatan intelektual.
- Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
- Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.
- Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
- Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
- Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
- Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakantugas dan dalam kehidupan sehari-hari.Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Sudah lama diusahakan untukmengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuanketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu. Salahsatu contoh tertua adalah ; SUMPAH HIPOKRATES, yang dipandang sebagai kode etikpertama untuk profesi dokter.
Dengan membuat kode etik, profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untukmewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki. Hal ini tidak akan pernah bisa
dipaksakan dari luar. Hanya kode etik yang berisikan nilai-nilai dan citacita yang diterima
oleh profesi itu sendiri yang bis mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan
untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen. Syarat lain yang
harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di
awasi terus menerus. Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang
dikenakan pada pelanggar kode etik.

SANKSI PELANGGARAN KODE ETIK
a. Sanksi moral
b. Sanksi dikeluarkan dari organisasi

TUJUAN KODE ETIK PROFESI
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri.

Etika profesi sangatlah dibutuhkan dlam berbagai bidang. Kode etik yang ada dalam masyarakat Indonesia cukup banyak dan bervariasi. Umumnya pemilik kode etik adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat nasional, misalnya Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), kode etik Ikatan Penasehat HUKUM Indonesia, Kode Etik Jurnalistik Indonesia, Kode Etik Advokasi Indonesia dan lain-lain. Ada sekitar tiga puluhorganisasi kemasyarakatan yang telah memiliki kode etik. Suatu gejala agak baru adalah bahwa sekarang ini perusahaan-perusahan swasta cenderung membuat kode etik sendiri. Rasanya dengan itu mereka ingin memamerkan mutu etisnya dan sekaligus meningkatkan kredibilitasnya dan karena itu pada prinsipnya patut dinilai positif.

 

Syarah Nursyahbani Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea