Senin, 13 Mei 2019

ETIKA BISNIS (KELOMPOK 6) TUGAS KE-1

di Mei 13, 2019

NAMA     : SYARAH NURSYAHBANI
NPM         : 17216248
KELAS     : 3EA04
MATA KULIAH  : ETIKA BISNIS


KELOMPOK  6
MEMAHAMI KONSEP ETIKA UTILITARIANISME DAN MANFAATNYA DALAM BISNIS

Utilitarianisme
Dengan memperhatikan asal usul istilah ini kita sudah bisa menduga mak sudnya. "Utilitarisme" berasal dari kata Latin utilis yang berarti ”bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Jadi, Utilitarisme ini tidak boleh dimengerti dengan cara egoistis. Menurut suatu perumusan terkenal, dalam rangka pemikiran utilitarisme (utilitarianism) kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah the greatest happiness of the greatest number, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang terbesar. Perbuatan yang sempat mengakibatkan paling banyak orang merasa senang dan puas adalah perbuatan yang terbaik.
Utilitarisme disebut lagi suatu teori teleologis (dari kata Yunani telos = tujuan), sebab menurut teori ini kualitas etis suatu perbuatan diperoleh dengan dicapainya tujuan perbuatan. Perbuatan yang memang bermaksud baik tetapi tidak menghasilkan apa apa, menurut utilitarisme tidak pantas disebut baik. Menepati janji, berkata benar, atau menghormati milik orang adalah baik karena hasil baik yang dicapai dengannya, bukan karena suatu sifat intern dari per buatan perbuatan tersebut. Sedangkan mengingkar janii, berbohong, atau men curi adalah perbuatan buruk karena akibat buruk yang dibawakannya, bukan karena suatu sifat buruk dari perbuatan perbuatan itu. Utilitarisme dapat memberi tempat juga kepada pengertian "kewajiban”, tapi hanya dalam arti bahwa manusia harus menghasilkan kebaikan dan bukan keburukan.
Dalam perdebatan antara para etikawan, teori utilitarisme menemui banyak kritik. Keberatan utama yang dikemukakan adalah bahwa utilitarisme tidak berhasil menampung dalam teorinya dua paham etis yang amat penting, yaitu keadilan dan hak. Dengan maksud mencari jalan keluar dari kesulitan terakhir ini, beberapa utilitaris telah mengusulkan untuk membedakan dua macam utilitarisme: Utilitarianisme perbuatan (act utilitarianism), dan utilitarisme aturan (rule utili tarianism). Yang dijelaskan di atas mereka tegaskan adalah utilitarisme perbuatan. Di situ prinsip dasar utilitarisme (manfaat terbesar bagi jumlah orang terbesar) diterapkan pada perbuatan.
Manfaatnya Dalam Bisnis
            Utilitarianisme sebagai teori etika cocok sekali dengan pemikiran ekonomis. Misalnya, teori ini cukup dekat dengan cost benefit analysis yang banyak dipakai dalam konteks ekonomi. Manfaat yang dimaksudkan Utilitarianisme bisa dihitung juga sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis. Dan memang pemah ada penganut Utilitarianisme yang mengusahakan perhitungan macam itu di bidang etika.
Kesimpulan
Kita dapat menyimpulkan bahwa Utilitarianisme aturan membatasi diri pada justifikasi aturan-aturan moral. Dengan demikian mereka memang dapat meng hindari beberapa kesulitan dari Utilitarianisme perbuatan. Karena itu Utilitarianisme aturan ini merupakan suatu upaya teoritis yang menarik.




0 komentar:

Posting Komentar

 

Syarah Nursyahbani Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea