NAMA :
SYARAH NURSYAHBANI
NPM :
17216248
KELAS : 3EA04
MATA KULIAH : ETIKA
BISNIS
KELOMPOK 6
MEMAHAMI KONSEP ETIKA
UTILITARIANISME DAN MANFAATNYA DALAM BISNIS
Utilitarianisme
Dengan memperhatikan asal usul istilah ini kita sudah bisa menduga
mak sudnya. "Utilitarisme" berasal dari kata Latin utilis yang
berarti ”bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika
membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang
melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Jadi, Utilitarisme ini tidak boleh
dimengerti dengan cara egoistis. Menurut suatu perumusan terkenal, dalam rangka
pemikiran utilitarisme (utilitarianism) kriteria untuk menentukan baik buruknya
suatu perbuatan adalah the greatest happiness of the greatest number,
kebahagiaan terbesar dari jumlah orang terbesar. Perbuatan yang sempat
mengakibatkan paling banyak orang merasa senang dan puas adalah perbuatan yang
terbaik.
Utilitarisme disebut lagi suatu teori teleologis (dari kata Yunani
telos = tujuan), sebab menurut teori ini kualitas etis suatu perbuatan
diperoleh dengan dicapainya tujuan perbuatan. Perbuatan yang memang bermaksud
baik tetapi tidak menghasilkan apa apa, menurut utilitarisme tidak pantas
disebut baik. Menepati janji, berkata benar, atau menghormati milik orang
adalah baik karena hasil baik yang dicapai dengannya, bukan karena suatu sifat
intern dari per buatan perbuatan tersebut. Sedangkan mengingkar janii,
berbohong, atau men curi adalah perbuatan buruk karena akibat buruk yang
dibawakannya, bukan karena suatu sifat buruk dari perbuatan perbuatan itu.
Utilitarisme dapat memberi tempat juga kepada pengertian "kewajiban”, tapi
hanya dalam arti bahwa manusia harus menghasilkan kebaikan dan bukan keburukan.
Dalam perdebatan antara para etikawan, teori utilitarisme menemui
banyak kritik. Keberatan utama yang dikemukakan adalah bahwa utilitarisme tidak
berhasil menampung dalam teorinya dua paham etis yang amat penting, yaitu
keadilan dan hak. Dengan maksud mencari jalan keluar dari kesulitan terakhir
ini, beberapa utilitaris telah mengusulkan untuk membedakan dua macam
utilitarisme: Utilitarianisme perbuatan (act utilitarianism), dan utilitarisme
aturan (rule utili tarianism). Yang dijelaskan di atas mereka tegaskan adalah
utilitarisme perbuatan. Di situ prinsip dasar utilitarisme (manfaat terbesar
bagi jumlah orang terbesar) diterapkan pada perbuatan.
Manfaatnya Dalam Bisnis
Utilitarianisme sebagai teori etika cocok sekali dengan pemikiran
ekonomis. Misalnya, teori ini cukup dekat dengan cost benefit analysis yang
banyak dipakai dalam konteks ekonomi. Manfaat yang dimaksudkan Utilitarianisme
bisa dihitung juga sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan
debet dalam konteks bisnis. Dan memang pemah ada penganut Utilitarianisme yang
mengusahakan perhitungan macam itu di bidang etika.
Kesimpulan
Kita dapat menyimpulkan bahwa Utilitarianisme aturan
membatasi diri pada justifikasi aturan-aturan moral. Dengan demikian mereka
memang dapat meng hindari beberapa kesulitan dari Utilitarianisme perbuatan.
Karena itu Utilitarianisme aturan ini merupakan suatu upaya teoritis yang
menarik.

0 komentar:
Posting Komentar