Senin, 13 Mei 2019

ETIKA BISNIS (KELOMPOK 7) TUGAS KE 1

di Mei 13, 2019
NAMA     : SYARAH NURSYAHBANI
NPM         : 17216248
KELAS     : 3EA04
MATA KULIAH  : ETIKA BISNIS


KELOMPOK  7
MAMPU MENGGUNAKAN PENGETAHUAN UNTUK MENGIDENTIFIKASIKAN DAN MEMECAHKAN BERBAGAIPERSOALAN ETIKA YANG TERJADI DALAM LINGKUNGAN EKSTERNAL BISNIS (BUDAYA ORGANISASI, HUBUNGAN ETIKA, KENDALA DALAM MEWUJUDKAN KINERJA BISNIS


Budaya organisasi 
Budaya organisasi memberikan ketegasan dan mencerminkan spesifikasi suatuorganisasi sehingga berbeda dengan organisasi lain.Budaya organisasi melingkupi seluruh pola perilaku anggota organisasi danmenjadi pegangan bagi setiap individu dalam berinteraksi, baik di dalam ruang lingkup internal maupun ketika berinteraksi dengan lingkunganeksternal.Oleh karena itu menurut Schein, secara komprehensif budayaorganisasi didefenisikan sebagai pola asumsi dasar bersama yang dipelajarioleh kelompok dalam suatu organisasi sebagai alat untuk memecahkan masalah terhadap penyesuaian faktor eksternal dan integrasi faktor internal,dan telah terbukti sah, dan oleh karenanya diajarkan kepada para anggotaorganisasi yang baru sebagai cara yang benar untuk mempersepsikan, memikirkan dan merasakan dalam kaitannya dengan masalah-masalah yangdihadapi. Hal ini cukup bernilai dan, oleh karenanya pantas diajarkan kepada para anggota baru sebagai cara yang benar untuk berpersepsi,berpikir, dan berperasaan dalam hubungannya dengan problem-problemtersebut dalam Hessel Nogi 2005:15)
Definisi tersebut terlalu kompleks sehingga menurut Robbins, budaya Organisasididefenisikan sebagai sebuah persepsi umum yangdipegang teguh oleh para anggota organisasi dan menjadi sebuah sistemyang memiliki kebersamaan pengertian (dalam 2005:531) Robbins (2002:279) juga menjelaskan bahwa budaya organisasimenyangkut bagaimana para anggota melihat organisasi tersebut, bukanmenyangkut apakah para anggota organisasi menyukainya atau tidak, karenapara anggota menyerap budaya organisasi berdasarkan dari apa yang merekalihat atau dengar di dalam organisasi. Dan anggota organisasi cenderung mempersepsikan sama tentangbudaya dalam organisasi tersebut meskipun mereka berasal dari latar belakang yang berbeda ataupun bekerja pada tingkat-tingkat keahlian yang berlainan dalam organisasi tersebut. Sehingga budaya organisasi dapat disimpulkan sebagai nilai-nilai yang menjadi pegangan sumber dayamanusia dalam menjalankan kewajibannya dan juga perilakunya di dalam suatu organisasi.
Oleh karena itu budaya organisasi birokrasi akan menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh para anggota organisasi;menentukan batas-batas normatif perilaku anggota organisasai; menentukan sifat dan bentuk-bentuk pengendalian dan pengawasan organisasi; menentukan gaya manajerial yang dapat diterima oleh para anggota organisasi; menentukan cara-cara kerja yang tepat, dan sebagainya. Secaraspesifik peran penting yang dimainkan oleh budaya organisasi (birokrasi)adalah membantu menciptakan rasa memiliki terhadap organisasi;menciptakan jati diri para anggota organisasi; menciptakan keterikatanemosional antara organisasi dan pekerja yang terlibat didalamnya;membantu menciptakan stabilitas organisasi sebagai sistem sosial; danmenemukan pola pedoman perilaku sebagai hasil dari norma-norma yang terbentuk dalam keseharian.
Hubungan Etika dengan Kebudayaan
Meta-ethical cultural relativism merupakan cara pandang secara filosofis yang yang menyatkan bahwa tidak ada kebenaran moral yangabsolut, kebenaran harus selalu disesuaikan dengan budaya dimana kitamenjalankan kehidupan soSial kita karena setiap komunitas sosial mempunyai cara pandang yang berbeda-beda terhadap kebenaran etika. Etika erat kaitannya dengan moral. Etika atau moral dapat digunakan oeh manusia sebagai wadah untuk mengevaluasi sifat dan perangainya.Etika selalu berhubungan dengan budaya karena merupakan tafsiran atau penilaian terhadap kebudayaan. Etika mempunyai nilai kebenaran yangharus selalu disesuaikan dengan kebudayaan karena sifatnya tidak absolut danl mempunyai standar moral yang berbeda-beda tergantung budaya yangberlaku dimana kita tinggal dan kehidupan social apa yang kita jalani. Baik atau buruknya suatu perbuatan itu tergantung budaya yang berlaku. Prinsip moral sebaiknya disesuaikan dengan norma-norma berlaku, sehingga suatu hal dikatakan baik apabila sesuai dengan budaya yang berlaku di lingkungan sosial tersebut. Sebagai contoh orang Eskimo beranaggapan bahwa tindakan infantisid (membunuh anak) adalah tindakan yang biasa, sedangkan menurut budaya Amerika dan negara lainnyatindakan ini merupakan suatu tindakan amoral.Suatu premis yang disebut dengan “Dependency Thesis” mengatakan “All moral principles derive their validity from cultural acceptance”. Penyesuaian terhadap kebudayaan ini sebenarnya tidak sepenuhnya harusdipertahankan dan dibutuhkan suatu pengembangan premis yang lebih kokoh . ajaran dan pandangan moral. Etika berasal dari bahasa yunani yaitu kata “ethos” yang berarti suatu kehendak atau kebiasaan baik yang tetap.Manusia yang pertama kali menggunakan kata-kata itu adalah seorangfilosof Yunani yang bernama Aristoteles ( 384 – 322 SM ). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, etika / moral adalah ajaran tentang baik dan buruk mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan sebagainya. Menurut K. Bertenes,etika adalah nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan bagiseseorang dalam mengatur tingkah lakunya. Etika berkaitan erat dengan berbagai masalah nilai karena etika pada pokoknya membicarakan tentang masalah-masalah predikat nilai ”susila” dan ”tidak susila”, ”baik”dan ”buruk”. Kualitas-kualitas ini dinamakan kebajikan yang dilawankandengan kejahatan yang berarti sifat-sifat yang menunjukkan bahwa orang yang memilikinya dikatakan tidak susila. Sesungguhnya etika lebih banyak bersangkutan dengan prinsip-prinsip dasar pembenaran dalam hubungannya


0 komentar:

Posting Komentar

 

Syarah Nursyahbani Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea