NAMA :
SYARAH NURSYAHBANI
NPM :
17216248
KELAS :
3EA04
MATA KULIAH :
ETIKA BISNIS
KELOMPOK 3
MEMAHAMI PENTINGNYA PENERAPAN
ETIKA DALAM BISNIS DENGAN PENDAPATAN MODEL ETIKA DALAM BISNIS DAN
MANAJERIAL
PRINSIP=PRINSIP
ETIKA BISNIS
Pada dasarnya, setiap
pelaksanaan bisnis seyogyanya harus menyelaraskan proses bisnis tersebut dengan
etika bisnis yang telah disepakati secara umum dalam lingkungan tersebut.
Sebenarnya terdapat beberapa prinsip etika bisnis yang dapat dijadikan pedoman
bagi setiap bentuk usaha. Sonny Keraf (1998) menjelaskan bahwa prinsip etika
bisnis adalah sebagai berikut :
a. Prinsip Otonom Sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil
keputusan dan bertindakberdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya
baik untuk dilakukan.
b.
Prinsip KejujuranTerdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa
ditunjukkan secara jelas bahwabisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil
kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan
syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang
atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan
kerja intern dalam suatu perusahaan.
c. Prinsip Keadilan Menuntut agar setiap orang diperlakukan secara
sama sesuai dengan aturan yang adil dan
sesuai criteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
d.
Prinsip Saling Menguntungkan (Mutual
Benefit Principle)
Menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga
menguntungkan semua pihak.
e. Prinsip Integritas Moral Terutama dihayati
sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu
menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan atau orang-orangnya
maupun perusahaannya.
MANFAAT MENERAPKAN ETIKA
BISNIS DALAM PERUSAHAAN
a.
Perusahaan mendapatkan
kepercayaan dari konsumen, Perusahaan yang jujur akan menciptakan konsumen yang loyal. Bahkankonsumen
akan merekomendasikan kepada orang lain untuk menggunakan produk tersebut.
b.
Citra perusahaan di mata konsumen baik, Dengan citra yang baik
maka perusahaan akan lebih dikenal oleh masyarakat dan produknya pun dapat
mengalami peningkatan penjualan
c. Meningkatkan motivasi
pekerja, Karyawan akan bekerja dengan giat apabila perusahaan tersebut
memiliki citra yang baik dimata perusahaan.
d.
Keuntungan perusahaan
dapat di peroleh. Etika adalah berkenaan dengan bagaimana kita hidup pada
saat ini dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Bisnis yang tidak punya
rencana untuk menghasilkan keuntungan bukanlah perusahaan yang beretik.
TINGKAT PERTANYAAN ETIKA
DALAM BISNIS
Kita tidak dapat menghindari isu etika dalam
bisnis seperti yang dapat kita hindari dalam masa-masa hidup kita yang lalu.
Dalam bisnis, kebanyakanpertanyaan etika termasuk dalam salah satu atau
beberapa dari empat kategori, yaitu sosial, pihak yang berkepentingan, kebijakan
internal, atau pribadi.
1.
Sosial, Pada tingkat sosial, kita mengajukan pertanyaan mengenai institusi
dasar dalammasyarakat. Masalah apartheid di Afrika Selatan adalah salah satu
pertanyaan tingkat sosial.
2.
Pihak yang berkepentingan, Jenis pertanyaan etika
kedua menyangkut pihak yang berkepentingan pemasok, pelanggan, pemegang saham,
dan yang lain. Di sini kita mengajukan pertanyaan mengenai cara sebuah
perusahaan seharusnya menangani kelompok eksternal yang terpengaruh oleh
keputusannya, di samping bagaimana pihak yang berkepentingan seharusnya
berhubungan dengan perusahaan.
3. Kebijakan internal, Kategori ketiga dari etika mungkin disebut “kebijakan
internal”. Di sini kitamengajukan mengenai sifat hubuingan perusahaan dengan
para karyawannya.
4.
Pribadi, Di sini kita mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana orang
seharusnya saling memperakukan di dalam sebuah organisasi.
UNSUR-UNSUR ETIKA
Sadar atau tidak sadar,
kita terlibat dalam pemikiran etika setiap hari dalam kehidupan kita. Untuk
meningkatkan pemahaman etika, kita harus menganalisis secara eksplisit dan
mempraktekkan setiap hari. Istilah kunci dari bahasa etika adalah sebagai
berikut :
1.
Nilai Yaitu keinginan yang relatif permanen yang tampaknya memang baik,
seperti damai atau kehendak baik.
2.
Hak dan Kewajiban Hak adalah tuntutan yang
memberikan “ruang” kepadaseseorang untuk melakukan tindakan. Dalam istilah yang
lebih formal, seseorang dapat menamakan ruang ini sebagai “bidang otonomi”
atau, lebih sederhana, kebebasannya.
3.
Peraturan Moral Peraturan moral membimbing kita melewati situasi
dimana terjadinya benturankepentingan yang bertentangan.
4.
Hubungan Manusia Setiap manusia berhubungan dengan manusia lain
dalam jaringan hubungan. Oleh sebab itu manusia disebut dengan makhluk sosial.
PEMBUATAN KEPUTUSAN ETIS
Didorong oleh sebagian peningkatan keprihatinan terhadap skandal
etikadalam bisnis dan sebagian lagi oleh peningkatan kesadaran perusahaan
mengenaipentingnya perilaku etis, banyak organisasi telah menekankan kembali
perilaku etis pada diri karyawan. Penekanan ini dapat berupa berbagai macam
bentuk, tetapiperilaku etis harus dimulai dari manajer puncak.
MENDORONG PELAKSANAAN ETIKA DALAM MANAJEMEN
MENDORONG PELAKSANAAN ETIKA DALAM MANAJEMEN
Ada beberapa hal yang
dapat dilakukan oleh perusahaan sehubungan dengan
dorongan untuk melaksanakan etika dalam
manajemen, antara lain :
1. Pelatihan etika (ethics
training)
Adanya pembiasaan yang diberlakukan keada para
pelaku organisasi, dari mulai level tertinggi sampai terendah. Hal ini dapat
dilakukan melalui berbagai jenis pelatihan yang menyangkut etika dan
keterkaitannya dengan perwujudan lingkungan sosial yang lebih baik.
2. Advokasi etika (Ethical Advocates)
Yaitu upaya perusahaan menjalankan etika dalam kegiatannya dengan
caramenempatkan orang atau tim khusus dalam tim manajemen perusahaan yang bertugas
untuk mengontrol dan mengawasi segala kegiatan perusahaan agar tetap memenuhi
standar etika.
3.
Kode etik (Code of Ethics)
Kode etik merupakan standar aturan mengenai etika yang harus
dijalankan oleh perusahaan. Contoh: Perusahaan Xerox menetapkan aturan bahwa
perusahaanakan melakukan kejujuran terhadap pelanggan, tidak akan memberikan
sogokan,tidak akan merahasiakan sesuatu terhadap konsumen, tidak akan melakukan
penipuan yang terkait dengan harga.
KESIMPULAN
Dalam bisnis dengan para pelakunya yang merupakan orang biasa,
maka diperlukan prinsip-prinsip etika
bisnis dan moral yang melandasi setiap pelakubisnis tersebut. Adanya etika
bisnis membuktikan bahwa bagi bisnis justru tidak ada pengecualian serta bukan
pula bentuk permusuhan yang lama terhadap bisnisdan kegiatan ekonomis.
Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan
nilai nilai morl dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan danmemecahkan
persoalan. Kelompok pemilik kepentingan yang memengaruhi keputusan bisnis
adalah Para pengusaha dan mitra usaha, Petani dan perusahaan pemasok bahan
baku, Organisasi pekerja, pemerintah, bank, investor, masyarakat umum serta
pelanggan
Etika bisnis bisa membantu untuk mengambil keputusan moral yang
dapatdipertanggungjawabkan, tapi tidak berniat mengganti tempat dari para
pelaku moral dalam perusahaan.
Setiap perusahaan harus memiliki tanggung jawab terhadap semua
pihak yang bersangkutan dengan perusahaannya seperti tanggung jawabnya terhadaplingkungan,
karyawan, investor, pelanggan, masyarakat. Karena dengan beretikabisnis yang
baik selain dapat menjamin kepercayaan dan loyalitas dari semua unsuryang
berpengaruh pada perusahaan, juga sangat menentukan maju / mundurnya suatu
perusahaan.

0 komentar:
Posting Komentar