NAMA :
SYARAH NURSYAHBANI
NPM :
17216248
KELAS :
3EA04
MATA KULIAH :
ETIKA BISNIS
KELOMPOK 2
GAMBARAN
UMUM PROFESI BISNIS PADA TANGGUNG JAWAB MORAL, SOSIAL DAN BISNIS
TANGGUNG JAWAB MORAL DAN SOCIAL BISNIS
Tanggung
jawab perusahaan adalah tindakan dan kebijakan perusahaan dalam berinteraksi
yang didasarkan pada etika. secara umum etika dipahami sebagai aturan tentang
prinsip dan nilai moral yang mengarahkan perilaku sesorang atau kelompok
masyarakat mengenai baik atau buruk dalam pengambilan keputusan. Menurut Jones,
etika berkaitan dengan nilai-nilai internal yang merupakan bagia dari budaya
perusahaan dan membentuk keputusan yang berhubungan dengan tanggung jawab
social.
Tanggung
jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah
suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah
memiliki suatu tanggung jawab terhadapkonsumen, karyawan, pemegang saham,
komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
Pengertian
tanggung jawab social perusahaan atau CSR sangat beragam. Intinya, CSR adalah
operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan
perusahaan secara finansial, tetapi untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan
secara holistik, melembaga, dan berkelanjutan. Beberapa nama lain yang memiliki
kemiripan dan bahkan sering diidentikkan dengan CSR adalah corporate giving,
corporate philanthropy, corporate community relations, dan community
development.
Tanggung
jawab perusahaan ( CSR ) yang baik CSR yang baik (good CSR) memadukan empat
prinsip good corporate governance, yakni fairness, transparency,
accountability, dan responsibility, secara harmonis. Ada perbedaan mendasar di
antara keempat prinsip tersebut (Supomo, 2004).
KODE
ETIK BERBAGAI PROFESI
Kode Etik (Patrick
Murphy) atau kadang-kadang disebut code of conduct atau code of ethical conduct
ini, menyangkut kebijakan etis perusahaan berhubungan dengan kesulitan yang
bisa timbul (mungkin pernah timbul dimasa lalu), seperti konflik kepentingan, hubungan
dengan pesaing dan pemasok, menerima hadiah, sumbangan dan sebagainya. Latar
belakang pembuatan Kode Etik adalah sebagai cara ampuh untuk melembagakan etika
dalam struktur dan kegiatan perusahaan. Bila Perusahaan memiliki Kode Etik
sendiri, mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak
memilikinya.
Kode
etik profesi merupakan kriteria prinsip profesional yang telah digariskan,
sehingga diketahui dengan pasti kewajiban profesional anggota lama, baru,
ataupun calon anggota kelompok profesi. Kode etik profesi telah menentukan
standarisasi kewajiban profesional anggota kelompok profesi. Sehingga
pemerintah atau masyarakat tidak perlu campur tangan untuk menentukan bagaimana
profesional menjalankan kewajibannya. Kode etik profesi pada dasarnya adalah
norma perilaku yang sudah dianggap benar atau yang sudah mapan dan tentunya
lebih efektif lagi apabila orma perilaku itu dirumuskan secara baik, sehingga
memuaskan semua pihak.
Pada dasaranya fungsi kode etik yaitu sebagai
perlindungan dan pengembangan. Sementara itu fungsi kode etik menurut menurut
Biggs & Blocher
1.
Melindungi profesi dari pemerintah
2.
Mencegah pertentangan internal
3.
Melindungi praktisi dari kesalahan praktik
suatu profesi
LINGKUNGAN BISNIS YANG MEMPENGARUHI
ETIKA
Memaksimalkan
keuntungan merupakan satu-satunya tujuan bagi sebuah perusahaan. Akan
tetapi.karena yang diincar adalah keuntungan, mudah sekali terjadi penyimpangan
terhadap norma-norma moral. Mudah sekali orang tergoda untuk menempuh jalan
pintas dalam meningkatkan keuntungan. Namun semakin disadari bahwa godaan itu
membawa risiko besar yang akan menjadi bom waktu yang akan menghancurkan
perusahaan pada jangka panjang. Dalam hal ini peran manajer sangat penting
dalam mengambil keputusan-keputusan bisnis secara etis. Terdapat beberapa
faktor yang berpengaruh terhadap perilaku etika dalam bisnis yaitu :
1.
Lingkungan Bisnis
Seringkali para eksekutif perusahaan dihadapkan pada suatu dilema
yang menekannya, seperti misalnya harus mengejar kuota penjualan, menekan biaya,
peningkatan efisiensi dan bersaing, Dipihak lain eksekutif perusahaan juga
harus bertanggung jawab terhadap masyarakat agar kualitas barang terjaga, harga
barang terjangkau. Disini nampak terdapat dua hal yang bertentangan harus
dijalankan. Misalnya, menekan biaya dan efisiensi tetapi harus tetap
meningkatkan kualitas produk. Oleh karena itu eksekutif perusahaan
harus pandai mengambil keputusan etis yang tidak merugikan perusahaan.
2. Organisasi
Secara umum, anggota organisasi itu sendiri saling mempengaruhi
satu dengan yang lainnya. Dilain pihak organisasi terhadap individu harus tetap
berprilaku etis, misalnya masalah pengupahan, jam kerja maksimum.
3. Individu
Seseorang yang memiliki filosofi moral, dalam bekerja dan
berinteraksi dengan sesama akan berprilaku etis. Prinsip-prinsip yang diterima
secara umum dapat dipelajari dari interaksi dengan teman, famili,
dan kenalan. Dalam bekerja, individu harus memiliki tanggung jawab
moral terhadap hasil pekerjaannya yang menjaga kehormatan profesinya.Bahkan
beberapa profesi memiliki kode etik tertentu dalam pekerjaannya.

0 komentar:
Posting Komentar